Ide Kader Perjuangan Sumsel — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) secara resmi menyatakan tidak akan bergabung dengan rombongan pendukung pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai sikap politik partai dalam menyikapi dinamika pemerintahan ke depan dan merupakan kesimpulan Rakernas I PDI Perjuangan 2026.
PDI Perjuangan menegaskan keputusan tersebut diambil secara sadar dan melalui pertimbangan matang. Partai berlambang banteng moncong putih itu memilih berada di luar barisan pendukung pemerintah guna menjaga peran sebagai penyeimbang kekuasaan.
Meski tidak masuk dalam rombongan pemerintah, PDIP menegaskan tetap akan mendukung kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Dukungan diberikan secara selektif, khususnya terhadap program-program yang dinilai pro-rakyat dan sejalan dengan konstitusi.
PDIP juga menekankan bahwa posisinya di luar pemerintahan tidak berarti menjadi oposisi yang menolak seluruh kebijakan pemerintah.
Sebaliknya, partai menyatakan siap memberikan kritik konstruktif demi menjaga kualitas demokrasi dan pemerintahan yang akuntabel.
Sikap politik PDIP ini diperkirakan akan memengaruhi konfigurasi kekuatan politik di parlemen. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut dapat memperkuat fungsi pengawasan terhadap pemerintah, sekaligus memberi alternatif suara politik di tingkat nasional.
Dengan pernyataan ini, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi kontrol, menjaga independensi politik, serta terus memperjuangkan kepentingan rakyat di dalam maupun di luar parlemen. (*)
